“Ada gig dekat Batu.” Azad menghulur flyer pada Pa’an. “Shan ajak kita gi.”
“Bila?” Erdi memanjangkan tengkuk ke arah flyer di tangan Pa’an. “Malam Ahad minggu depan....” Dia membaca. “Cam OK je.” Dia memandang K dan Fend.
“Kita gi tengok ke kita main sekali?” Fend tak angkat muka dari Fender di tangan.
“Main.” Azad duduk di atas kerusi pusing K. “On tak?”
“Siapa lagi yang ada?” K yang bersila di lantai studio bertanya.
“Hoodlum...Chutzpah Children...” Pa’an membaca flyer di tangan. “Lucy In The Loo...Kith,Kin and Con...Intelectually Stupid...Lalalabu...” Dia mengangkat wajah sekilas. “Banyak clan yang selalu jam kat Batu la nie.Tapi ada je budak-budak lain.” Matanya kembali scan flyer di tangan. “Dorky Dummies ada...Hiatus ada...”
“Nak main lagu apa?” Fend memandang K yang sedang memikir.
“Teary Gusto...” K tanpa sedar mengetuk pen ke atas kepala lutut. “Dengan Peroxide?” Dia mengalih pandang pada yang lain. “Untuk finale....”
“Chi.” Hampir serentak empat suara menyambut.
K sengih dengan kening double jerk. “Bring it on.”
“Grandeur.”
“OK.”
“No problemo.”
“Beauty.”
“And our finale for tonight.” Fend menutur pada mic yang tertegak di atas stand di hadapannya.Peluh terasa bermanik di dahi selepas habis dua lagu. “Our new song.” Pandangannya menebar pada K,Azad,Pa’an dan Erdi. “Chi.”
Crowd di depan stage bersorak gamat.K melangkah keluar dari duduknya di belakang drumset sambil mencapai beg hitam tirus sederhana panjang di belakang kerusi.Drumstick bertukar tangan.Pa’an meletakkan Dreadnought pada guitar holder sebelum melangkah ke arah drumset mengambil tempat K.Crowd sunyi bila K duduk di atas kerusi tinggi di tengah stage bersebelahan dengan Fend.Zip beg hitam itu dibuka,menzahirkan er hu* yang dipinjam dari pakciknya.Wajah K tak beriak.Bow dipegang dengan tangan kanan sambil mendirikan er hu di atas riba.Jarinya mengambil posisi di tali D.Sekilas dia menebar pandangan pada band members seolah memberi cue.Yang lain serentak mengangguk.
Nada yang membuai memecah sepi stage.Intro Chi.K sekali pandang dah macam Jet Li underground-version di tengah setting Once Upon A Time In China.Meski combination cargo camouflage,tee hitam ala separa bleached dan rambut ekor kudanya memang tak masuk langsung dengan er hu di riba,namun getar tali yang berlagu itu membawa essence lagu tanpa dapat dinafi.
Erdi mula memetik tali Ibanez.
Have you been there?
It’s a location in the middle of somewhere
A hollow pit
where anything matters no more
Fender Acoustic berlagu sama dengan suara pemainnya yang menjadi vocalist.
Dry snowflakes dancing
Cold sahara sands singing
Not a trace of life promising anything
An essence no more...
a life mere lore...
Pearl drumset menderu dengan roll rendah.Fat Strat masuk melengkapkan lagu.Er hu mendayu terus membawa korus.
c/o
Define life for me once again (again)
Resurrect me from the agonizing pain
Breathe the essence into me (to live)
Remind me how bitter happiness is,
how sweet torture is a bliss
Make me feel again (alive again)
Make me laugh again(cry again)
Drench me in tears to make me feel
Bleed me dry if that heals
Make me feel again
Let the essence flow in my vein
I want to be there no more
c/o
K menamatkan lagu dengan er hu.Crowd bersorak gamat lagi.Creepy Hues serentak membawa tangan ke kepala dengan mock salute.It’s a wrap.
“Kau nak crash mana lagi?” K² bertanya sambil membawa strap beg er hu melepasi kepala.Disilang dari bahu kiri.Drumstick sepasang di tangan dimasukkan ke dalam poket jeans.
“Kau ada plan apa lagi?” Fend membetulkan letak strap beg gitar di bahu.Pa’an dah berkejar balik nak mengejar tidur.Azad pulak mengejar assignment.Erdi pun sama.
“Aku nak jenguk Satchmo jap.” Sekilas dia memandang jam di tangan.Dah tengah malam. “Dengar kata Alabama Boys on special minggu nie.”
Fend hanya menggeleng dengan senyum nipis. “Aku on je.” Langkah mereka diatur ke arah jazz bar yang berselang dua blok dari Batu Studio itu.
Dari luar dah terdengar bunyi trumpet berentap dengan alto sax.Denting piano yang mengiringi juga tambah menghidupkan jazzy air.Fend dan K menapak ke arah meja kosong di dalam jazz bar yang dinamakan sempena Louis ‘Satchmo’ Armstrong yang dikenali sedunia dengan lagu ‘It’s A Wonderful World’ tu.Rachie D.Huck galak memetik double-bass di tengah pentas.
Manhattan’s Skyline hampir ke penghujung.
Waiter datang menghampiri.
“Ice lemon tea.”
“Sparkling apple juice.”
Mata masing-masing memaku ke arah stage.MC mengumumkan lagu akhir. “The Alabama Boys present you....Gershwin’s Rhapsody In Blue!”
Fend dan K² berpandangan.Fend sengih. “Just in time.” Clarinet Rob O’Brien membunyikan not pertama memulakan lagu.
_____________________
*Er hu-a traditional chinese violin.2 string.tapi main macam cello =),i.e:main menegak,bukan letak atas bahu. [tender memories of NTDC2000 =)]
*that lagu Chi©hlovate(28122005_0125) bukan lagu mana-mana band,tak pernah dinyanyikan oleh sesaper pun,maka jangan tanya tune dia cemana,okie =) sebab writer tulis lirik lagu je,tapi tader half-talent pun nak arrange musical scores.eheh